
Sumut — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi akibat bencana alam di wilayah Sumatra. Diketahui, banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak Selasa (25/11/2025).
Presiden memastikan bahwa bantuan pemerintah bagi para pengungsi dikirim tanpa henti melalui jalur darat dan udara. Distribusi bantuan turut mengerahkan helikopter, pesawat Hercules, hingga pesawat angkut terbaru TNI AU A400M.
“Kita telah berangkatkan tiga pesawat Hercules C130 dan satu pesawat A400. Untuk kesekian kalinya, kita kirim bantuan,” kata Presiden melalui akun @presidenrepublikindonesia, Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Pemerintah, lanjutnya, bergerak cepat dari hari-hari pertama musibah terjadi. “Bantuan dikirim melalui jalur darat dan udara, dan terus-menerus kebutuhan mereka di lapangan kita dukung,” ujar Presiden.
Ia juga menyebut, sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung dialihkan menjadi dapur umum untuk para pengungsi. Di antaranya dapur MBG yang dikelola SPPG Daulat Lae-Langge dan SPPG Subulussalam di Aceh, serta SPPG Cengkeh Turi Binjai Utara di Sumatra Utara.
Presiden juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga terdampak. Ia berharap masa-masa yang sulit ini dapat segera diatasi.
“Mari kita senantiasa bersatu dan bergotong royong, mendoakan serta membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati,” katanya.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra sejak Selasa (25/11/2025) menyebabkan kerusakan parah, menelan korban jiwa. Serta memutus akses transportasi, listrik, dan komunikasi.
BNPB mencatat per hari Sabtu, 29 November 2025 ini, jumlah korban meninggal mencapai 303 orang. Sedangkan 279 orang masih hilang, dan 18 orang luka-luka.
Berikut rincian selengkapnya:
Sumatra Utara: 166 meninggal, 133 hilang
Sumatra Barat: 90 meninggal, 85 hilang
Aceh: 47 meninggal, 51 hilang


