
Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut pentingnya pendidikan yang lebih ramah disabilitas mengingat masih banyaknya anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena menjadi difabel.
“Yang sekarang juga penting dan harus menjadi perhatian bersama adalah tentang pendidikan bagi penyandang disabilitas. Masih banyak yang lulus SMP misalnya, belum bisa melanjutkan ke tingkat lebih tinggi karena berbagai keterbatasan,” katanya di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis.
Ia juga menekankan pentingnya pemerintah daerah menyediakan ruang publik yang lebih inklusif agar bisa diakses oleh teman-teman difabel, termasuk memperluas kesempatan belajar bagi penyandang disabilitas.
“Di fasilitas-fasilitas publik itu kita ajak pemerintah daerah dan provinsi untuk menyediakan fasilitas publik untuk penyandang disabilitas, karena masih ada yang sekolahnya jauh dari tempat tinggal, susah diakses, dan lain sebagainya, ini yang menjadi PR kita ke depan,” ujar dia.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya pemadanan melalui Data Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan para penyandang disabilitas agar mendapatkan intervensi yang optimal.
“Hari ini yang kita lakukan adalah pemadanan data dengan kementerian-kementerian lain lewat BPS, jadi, berapa sih sebenarnya penyandang disabilitas di seluruh Indonesia ini? Maka, sedang kita konsolidasikan dari data yang terbaru itu untuk nanti kita lakukan intervensi,” paparnya.
Mensos juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan satu atensi kepada penyandang disabilitas, utamanya memberikan peluang kerja bagi mereka.
“Misalnya, para pengusaha harus memberikan porsi satu persen bagi pegawainya untuk penyandang disabilitas. Kalau BUMN dan pemerintah kan dua persen, ini yang penting,” tuturnya.*bnb.


