
Sumut — Lebih dari 150 tokoh masyarakat Sumatera Utara lintas agama, etnis, dan profesi mendeklarasikan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia (GKR-BRI) pada Senin, 10 November 2025, sekira pukul 15.00 WIB di AOBI Café Terrace, Jalan Singgalang No. 1 Medan.
Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi kehidupan kebangsaan, khususnya ketimpangan dalam sektor ekonomi. GKR-BRI bertujuan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama yang populer dengan tagline “Kaya Raya Bersama.”
Turut hadir dalam deklarasi tersebut sejumlah tokoh masyarakat penting, di antaranya Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M, Syarifuddin Siba, Daudsyah Munthe, Harmen Ginting, Irwansyah Nasution, Datuq Adil Freddy Haberham, Budiman Nadapdap, Effendi Manulang dari Tebing Tinggi, Alexander Gulo, tokoh perempuan Elvi Rahmita Ginting, T. Laurina (kerabat Kerajaan Ramunia Serdang), serta tokoh media Anto Genk dan H.A. Nuar Erde. Hadir pula puluhan anggota DPW IMO Indonesia Sumatera Utara.
Dalam acara tersebut, Dr. Yanhar Jamaluddin, MAP tampil menyampaikan orasi bertema “Transparansi Pengelolaan Keuangan Publik.” Selain itu, beberapa tokoh lain juga memberikan pandangan, di antaranya Taufiqqurahman (mantan Sekjen PB GAMMI), T. Ismail dan T. Muchairad dari Istana Maimon, Ahmad Arief (politisi Partai Demokrat), Muazad Zein (mantan Sekretaris DPRD Medan), Marah Husen Lubis (mantan Kadispora Medan), Mayzen Saftana, Edwin Ginting, Ustad Juliadi (Ketua PIN Sumut), Prof. Basyarsah (mantan Rektor Al Washliyah), Hafiz Fadhillah (mantan Sekda Sergai), dan Prof. Shafwan Hadi Umri (budayawan dan ahli bahasa).
Tokoh Sahabat Segala Suku, Irwansyah Nasution, S.H., M.H, memimpin pembacaan deklarasi yang di antaranya menegaskan bahwa Indonesia telah dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang seharusnya dapat menyejahterakan seluruh rakyat. Namun kenyataannya, setelah 80 tahun merdeka, masih banyak rakyat yang hidup miskin karena sistem ekonomi yang tidak adil.
Menurut Irwansyah, sistem ekonomi Indonesia selama ini lebih banyak menguntungkan segelintir orang atau oligarki, sehingga “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.”
“Syukurlah secercah harapan muncul ketika sosok Prabowo Subianto dan Purbaya Yudhi Sadewa membawa isu perubahan sistem perekonomian Indonesia ke depan,” ujarnya.
Salah seorang penggagas GKR-BRI, Syarifuddin Siba, menambahkan bahwa kehadiran dua tokoh tersebut telah membangkitkan semangat baru bagi rakyat Indonesia untuk mencapai cita-cita kemerdekaan sejati: masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.
“Untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, kita harus mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan alam negeri ini sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Dukungan moral dari seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan agar kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dapat segera terwujud. Berdasarkan semangat itulah, kami mendeklarasikan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia,” ujar Siba dalam sambutannya.



