
Medan – Senyum hangat seorang ibu yang hadir dengan penuh sukacita menjadi gambaran kebahagiaan mendalam dalam perayaan syukuran ulang tahun ke-55 Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap. Acara yang digelar penuh kekeluargaan ini dihadiri keluarga besar, para pastor, sahabat, serta tokoh masyarakat yang datang memberikan doa dan ucapan selamat.
Kehadiran Uskup Kornelius di tengah umat selalu meninggalkan kesan yang bersahaja. Dalam momentum ulang tahunnya kali ini, suasana kian berkesan karena tidak hanya menjadi perayaan pribadi, tetapi juga momen berbagi syukur bersama orang-orang terdekat. Wajah bahagia seorang ibu yang duduk di kursi roda tampak begitu bersinar, seolah merefleksikan doa-doa tulus yang telah mengiringi perjalanan hidup sang Uskup sejak kecil hingga kini menjadi pemimpin Gereja.

Perayaan ini juga diwarnai dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Parlindungan Purba, SH., MM, Johanes Sembiring, Mikail T. Purba, serta Drs. Binsar Sitanggang, M.SP, bersama para pastor dan umat. Mereka bersama-sama memberikan doa agar Uskup Kornelius senantiasa dianugerahi kesehatan, kebijaksanaan, serta kekuatan dalam menggembalakan umat Katolik di Keuskupan Agung Medan.
Dalam kesempatan itu, Dr. Parlindungan Purba menyampaikan rasa hormatnya kepada Uskup Kornelius dan memberikan refleksi mendalam tentang makna syukur seorang ibu.
“Perayaan ini bukan hanya ulang tahun seorang pemimpin gereja, tetapi juga buah doa dan kasih seorang ibu. Kebahagiaan seorang ibu yang saya lihat hari ini adalah kebahagiaan yang sejati—bahwa doa dan pengorbanannya tidak pernah sia-sia. Uskup Kornelius adalah bukti nyata bagaimana kasih seorang ibu mengiringi seorang anak hingga menjadi berkat bagi banyak orang,” tutur Parlindungan dengan penuh haru.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun yang disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin. Doa-doa syukur mengalir, diiringi suasana penuh keakraban dan persaudaraan.
Syukuran ulang tahun ke-55 ini bukan hanya menjadi perayaan pribadi Uskup Kornelius, melainkan juga sebuah peristiwa iman yang memperlihatkan kuatnya ikatan keluarga, doa seorang ibu, serta dukungan umat. Semua itu menjadi landasan yang semakin menguatkan sang Uskup dalam menjalankan tugas pelayanan bagi Gereja dan masyarakat.