
Sumut – Perubahan skema Beasiswa LPDP 2026 menuntut para calon pendaftar untuk jeli melihat peluang dan berstrategi. Di luar Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE, terdapat berbagai macam program beasiswa yang tersedia di LPDP, salah satunya adalah Beasiswa Kemitraan.
Beasiswa LPDP Kemitraan adalah beasiswa yang dilaksanakan oleh LPDP dalam bentuk kerja sama pendanaan atau co-funding antara LPDP dengan perguruan tinggi pilihan. Pada seleksi kali ini, setidaknya ada enam perguruan tinggi luar negeri yang bermitra dan 12 beasiswa yang dibuka baik untuk jenjang master muapun doktor.
Berikut daftar Beasiswa Kemitraan yang sedang dibuka:
Beasiswa LPDP – UNSW Program Doktor
Beasiswa LPDP – NUS Program MSVC
Beasiswa LPDP – NTU Program MBA
Beasiswa LPDP – Tshinghua University Master of Finance
Beasiswa LPDP – University of Dundee United Kingdom Program Doktor Bidang Ilmu Hayati (Life Sciences)
Beasiswa LPDP – University of Dundee Program Master Bidang Energi dan Ilmu Hayati (Life Sciences)
Beasiswa LPDP – University of Dundee Program Doktor Bidang Energi
Beasiswa LPDP – UST Korea Program Master dan Doktor
Beasiswa LPDP – France Program Master
Beasiswa LPDP – NTU Program Doktor
Beasiswa LPDP – NUS Business School Program Master
Beasiswa LPDP – Netherlands Program Master
Berbeda dengan Beasiswa STEM Industri Strategis dan SHARE, kampus dan program studi pada Beasiswa Kemitraan telah ditetapkan dengan memperhatikan kebutuhan serta minat umum. Program Beasiswa Kemitraan ini memberi keuntungan bagi calon pendaftar karena persaingan relatif kondusif dan terdapat pilihan Skema Bundling dengan Beasiswa STEM atau SHARE.
Skema Bundling memberikan kesempatan kepada pendaftar untuk dapat melakukan pendaftaran pada dua program sekaligus. Jadi apabila peserta tidak lolos seleksi pada Beasiswa Kemitraan, masih dapat melanjutkan tahapan seleksi dengan salah satu program Beasiswa STEM Industri Strategis atau Beasiswa SHARE.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan, program Beasiswa Kerjasama sangat menguntungkan dan dapat memaksimalkan penyerapan penerima beasiswa. Pasalnya, skema co-funding berarti LPDP hanya membayar setengahnya saja dari total keseluruhan biaya pendidikan tiap individu.
“Ini tentunya kalau kita dulu mengirim satu, dengan program ini kita bisa mengirim dua orang. Bahkan ada program-program yang kita bisa mengirim tiga orang karena LPDP hanya membayar sepertiganya” ujar Dwi Larso dalam Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Co-Funding Tsinghua University & UNSW pada Selasa (27/1) pagi.
Lebih lanjut Dwi Larso mendorong untuk para pendaftar S3 baik dosen, peneliti, dan terkait untuk memanfaatkan semaksimal mungkin jalur Beasiswa Kemitraan karena peluangnya yang lebih besar dibanding jalur lainnya. Rasio jenjang doktor juga didorong lebih banyak dibanding master pada tahun ini.
Dipastikan pula daftar Beasiswa Kemitraan akan terus bertambah selama tahun 2026. Beberapa akan dibuka di luar jadwal seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1. Pantau terus seluruh kanal resmi LPDP untuk mengetahui jadwal terbarunya.
Simak siaran lengkap penjelasan terkait Beasiswa Co-Funding di kanal resmi YouTube LPDP RI.

