Kelangkaan BBM Masih Terjadi di Medan, Standart “Stok Aman” Pertamina Dipertanyakan

Medan — Kelangkaan BBM pada sebagian besar SPBU di Kota Medan membuat pihak Pertamina dipanggil oleh Wali Kota Medan pada Sabtu, 29 November 2025 lalu.

Usai pertemuan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Medan tersebut, pihak pertamina yang diwakili oleh Sales Area Manager Medan Pertamina Patra Niaga, Tito Rivanto menegaskan jika stok BBM dalam kondisi aman. Mereka juga berkoordinasi dengan pusat untuk mengerahkan seluruh armana mobil tangki mendistribusikan BBM ke SPBU. Hal ini mereka sampaikan sekaligus mengimbau masyarakat tidak panik.

Tidak hanya Pemko Medan. Pemanggilan pihak Pertamina juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Surya memimpin langsung pertemuan yang digelar di Posko Tanggap Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Minggu, 30 November 2025. Dalam pertemuan itu, H Surya meminta penjelasan mengenai kelangkaan BBM yang memicu antrian panjang pada sejumlah SPBU di Kota Medan dan daerah sekitarnya.

Kembali dalam pertemuan tersebut petinggi Pertamina menegaskan bahwa stok BBM lebih dari cukup. Hal itu dikatakan Region Manager Retail Sales Pertamina Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja yang menyebut bahwa stok harian BBM di Sumut—sekitar 6.000 kiloliter—dalam kondisi lebih dari cukup. Tidak hanya BBM, namun gas LPG juga cukup.

“Stok BBM dan LPG sangat aman. Gangguan terjadi akibat cuaca buruk yang menghambat jalur distribusi. Namun kini pasokan ke SPBU sudah kembali normal. Masyarakat tidak perlu panik,” ujar Bagus.

Pernyataan petinggi pertamina baik di Kota Medan maupun Sumatera Bagian Utara tersebut ternyata tidak membuat kondisi antrian menjadi normal di SPBU-SPBU Kota Medan hingga hari ini, Selasa, 2 Desember 2025. Pantauan redaksi, antrian panjang masih terjadi dan bahkan pada sejumlah SPBU pengumuman mengenai kekosongan BBM dilakukan. Salah satu SPBU yang mengumumkan kekosongan BBM yakni di SPBU Jalan Setia Budi yang berdekatan dengan Simpang Jalan Dr Mansyur Medan. Mengarah sekitar 3 kilometer ke arah Simpang Pemda, antrian panjang juga terjadi pada SPBU yang ada disana. Bahkan antrian panjang juga terjadi di SPBU pada inti kota di Jalan Imam Bonjol, Medan. Polisi bahkan harus turun tangan mengatur lalu lintas agar antrian tidak menghambat jalur persimpangan yang ada di lokasi.

“Kita pun bingung ini bang, stok aman itu dalam pengertian orang Pertamina itu ntah yang gimana?. Stok di gudangnya aman, kalo tak sampe ke masyarakat ya sama saja. Cakap ke Pemko sama Pemprov aman, tapi apanya yang aman. Kita susah,” kata Eliakim Sagala ditemui saat mengantri di SPBU tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top