
Medan — Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, Dr. Parlindungan Purba, melihat langsung
kondisi Booster PAM Gaharu I Medan pada Sabtu 29 November 2025 untuk mengetahui situasi pasca-banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa hari sebelumnya.
Saat berada di lokasi, Dr. Parlindungan Purba berbincang dengan perwakilan masyarakat
sekaligus petugas teknis PAM, Suprianto, untuk mengetahui sejauh mana proses pemulihan operasional PDAM Kota Medan.
Menurut Suprianto, banjir bandang pada 27 November 2025 menyebabkan lokasi Booster PAM Gaharu I tergenang air limpasan Sungai Deli. Ketinggian air bahkan mencapai se-leher orang dewasa, hingga seluruh pompa distribusi terendam dan tidak bisa berfungsi.
“Saat banjir bandang terjadi, seluruh area booster digenangi air sehingga pompa-pompa kami terendam.
Kami tidak dapat masuk ke lokasi karena ketinggian air sangat berbahaya. Setelah
air surut, kami langsung melakukan perbaikan kelistrikan dan motor listrik pompa, dan proses ini memakan waktu sekitar tiga hari,” jelas Suprianto.
Akibat kerusakan tersebut, suplai air bersih ke sejumlah wilayah seperti Menteng, Jalan Bakti, Bromo, hingga kawasan Mandala sempat terganggu.
Namun pada Sabtu malam ini, Suprianto memastikan bahwa seluruh perbaikan utama telah selesai dan pompa kembali beroperasi.
“Mudah-mudahan dengan empat pompa yang sudah kembali berjalan, kebutuhan air
masyarakat bisa segera terpenuhi secara normal,” ujarnya.
Dr. Parlindungan Purba menyampaikan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan tim PDAM dalam menangani dampak banjir.
“Saya melihat langsung kondisi di lapangan dan saya mengapresiasi kerja keras tim PDAM yang tetap berupaya memulihkan layanan meski menghadapi situasi berat. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan ke depan kita berharap ada langkah antisipasi yang lebih baik agar kejadian seperti ini tidak mengganggu pelayanan masyarakat,” ungkapnya.
Kehadiran Dr. Parlindungan Purba yang menyaksikan langsung situasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, PDAM, dan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat serta meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Medan.


