
Gunungsitoli — Perayaan Hari Ulang Tahun Museum Pusaka Nias berlangsung khidmat dan meriah di kompleks Museum Pusaka Nias, Kota Gunungsitoli, pada akhir pekan ini. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari tingkat provinsi maupun daerah, termasuk tokoh masyarakat Sumatera Utara Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M.
Dalam sambutannya, Dr. Parlindungan Purba menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah Museum Pusaka Nias yang selama puluhan tahun menjadi benteng pelestarian budaya dan identitas masyarakat Nias. Ia menyebut bahwa museum ini telah berperan besar bukan hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan juga “sekolah kehidupan” bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur mereka.
“Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang hidup bagi warisan nilai, seni, dan semangat leluhur orang Nias. Kita patut berbangga memiliki lembaga yang terus menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi. Museum ini adalah sekolah bagi generasi muda untuk belajar tentang jati diri dan nilai luhur bangsanya,” ujar Parlindungan.
Sebagai sahabat Museum Pusaka Nias, Dr. Parlindungan Purba dikenal konsisten memberikan dukungan moril dan perhatian terhadap upaya pelestarian kebudayaan Nias. Ia menilai museum ini telah menjadi pusat edukasi budaya, penelitian, dan inspirasi bagi banyak kalangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Perayaan HUT Museum Pusaka Nias tahun ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Kepala BPN Nias, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kadisbudparekraf) Sumut Yuda P. Setiawan, Wali Kota Gunungsitoli, Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Wakil Bupati Nias Selatan (Nisut), Wakil Bupati Nias, serta Ketua DPRD Kota Gunungsitoli.
Turut pula hadir jajaran pengurus dan pembina Yayasan Pusaka Nias, yakni Direktur Museum Pusaka Nias Nata’alui Duha, Pastor Dionisius Laia, OFMCap selaku Ketua Yayasan Pusaka Nias, Pastor Johannes Hammerle sebagai pendiri museum, serta Pastor Pius Ndruru, OFMCap selaku Ketua Badan Pembina Yayasan Pusaka Nias.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Gunungsitoli menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan museum sebagai pusat edukasi dan destinasi wisata budaya unggulan di Kepulauan Nias.
Sementara itu, Direktur Museum Pusaka Nias Nata’alui Duha menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjaga eksistensi museum, terutama para tokoh masyarakat dan pemerintah yang terus memberikan dukungan moril maupun materil.
Acara berlangsung dengan penuh nuansa budaya, menampilkan tari-tarian tradisional Nias, pameran benda pusaka, serta pemberian penghargaan bagi tokoh yang berperan dalam pelestarian budaya lokal. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh peserta, menandai tekad bersama untuk terus merawat warisan leluhur bagi generasi mendatang.
Museum Pusaka Nias kini bukan hanya simbol kebanggaan masyarakat Nias, tetapi juga menjadi lembaga pembelajaran budaya yang hidup — tempat di mana nilai-nilai kearifan lokal diwariskan, semangat gotong royong dipupuk, dan jembatan antara masa lalu serta masa depan dibangun dengan penuh cinta terhadap budaya bangsa.



