Semarak Gendang Guro-Guro Aron: Wujud Pelestarian Budaya Karo di Lubuk Pakam

Lubuk Pakam – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Segitiga Lubuk Pakam, saat masyarakat Karo dari berbagai daerah berkumpul dalam acara “Gendang Guro-Guro Aron Kerja Tahun Kuta Lubuk Pakam Sekitarnya 2025”, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan budaya tahunan ini mengusung tema “Sikunung-kuningen Gelah Radu Megersing”, yang bermakna semangat persatuan dan gotong royong dalam memperkuat jalinan persaudaraan serta melestarikan warisan leluhur.

Acara ini memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Karo. Gendang Guro-Guro Aron merupakan tradisi adat yang digelar sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan berkat yang diterima sepanjang tahun. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengingat dan merayakan kebaikan Tuhan sekaligus mempererat rasa persaudaraan di antara sesama.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 3.000 orang ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan masyarakat Karo tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari prosesi adat, tarian tradisional, hingga hiburan rakyat yang memadukan nilai budaya dan kekinian.

Berbagai tokoh penting turut hadir dan memberikan dukungan, di antaranya Johannes Sembiring, Sekretaris Daerah (Sekda) Deli Serdang Dedi Maswardy, Anggota DPRD Sumatera Utara Mikail T. Parlindungan Purba, Binsar Sitanggang, Camat Lubuk Pakam, serta para Anggota DPRD Deli Serdang. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata perhatian dan kepedulian terhadap pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Karo.

Sementara itu, Thomas Darwin Sembiring selaku Ketua Panitia Guro-Guro Aron menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang luar biasa dari seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun masyarakat umum.

“Kami bersyukur acara ini berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ini bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Karo masih sangat kuat,” ujar Thomas Darwin Sembiring.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M., yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan budaya tersebut.

“Guro-Guro Aron bukan sekadar hiburan, tetapi wujud nyata kecintaan masyarakat Karo terhadap budayanya. Ini adalah warisan luhur yang harus dijaga bersama, terutama oleh generasi muda,” ungkap Dr. Parlindungan Purba.

Beliau juga mendorong pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memberi ruang bagi kegiatan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter dan penguatan pariwisata daerah.

Melalui Gendang Guro-Guro Aron 2025, masyarakat Karo di Lubuk Pakam menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, dan melestarikan nilai-nilai budaya di tengah dinamika kemajuan zaman.*bnb.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top