Gubernur Sumut Desak PLN Perkuat Pasokan Listrik, Dr. Parlindungan Purba: “Energi Itu Kunci Pembangunan”

Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumut untuk lebih serius mengoptimalkan pasokan listrik di daerah. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan General Manager PLN UID Sumut, Ahmad Syauki, di Medan, Kamis (21/8).

Bobby menegaskan, kebutuhan listrik masyarakat tidak bisa dianggap sepele.

“Masyarakat tidak minta yang macam-macam, hanya jangan ada pemadaman. Listrik ini kebutuhan utama, apalagi Sumut punya pelanggan setia PLN,” ucap Bobby.

Ia juga menyoroti masih adanya puluhan desa di Sumut yang belum teraliri listrik. Padahal, listrik menjadi syarat penting dalam mendukung program digitalisasi pelayanan publik Cerdas (Cepat, Responsif, Handal, Solutif) yang diusung Pemprov Sumut periode 2025–2030.

“Kalau listrik masuk desa bisa cepat terealisasi, dampaknya luar biasa bagi pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Menjawab hal itu, GM PLN UID Sumut Ahmad Syauki mengungkapkan saat ini ada 45 desa di Sumut yang belum teraliri listrik. Faktor geografis dan keterbatasan jaringan menjadi kendala utama.

“Kami targetkan tahun 2027, seluruh desa di Sumut sudah 100 persen berlistrik. Saat ini PLN melayani 4,5 juta pelanggan, 90 persen di antaranya rumah tangga,” jelas Ahmad.

Ia juga menyampaikan, PLN akan menambah pasokan listrik sebesar 500 megawatt (MW) dari PLTA Batangtoru, Tapanuli Selatan, pada Desember 2025. Penambahan ini diharapkan memperkuat pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kawasan industri seperti Medan Industrial Estate, Medan Star Tanjung Morawa, dan KEK Sei Mangkei, Simalungun.

Tokoh masyarakat dan penggerak perubahan, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M., ikut memberikan tanggapan terkait persoalan listrik di Sumut. Ia menilai listrik adalah fondasi utama pembangunan.

“Kalau listrik lancar, pendidikan, kesehatan, UMKM, dan industri akan berkembang lebih cepat. Masyarakat desa jangan sampai terus tertinggal hanya karena belum ada listrik,” ujarnya.

Parlindungan juga mendorong percepatan program 100 persen desa berlistrik.

“Saya kira tidak perlu menunggu 2027. Pemerintah, PLN, dan investor harus bergerak lebih cepat. Energi adalah kunci pembangunan Sumatera Utara,” tegasnya.

Menurutnya, investasi besar di sektor energi tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberi dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kalau sektor energi ini digarap serius, Sumut bisa jadi pusat energi sekaligus motor pertumbuhan nasional,” pungkas Parlindungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top