
Medan — Sebanyak 427 warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dipindahkan ke rutan dan lapas lain setelah blok hunian terendam banjir setinggi satu meter lebih, Minggu akhir pekan lalu.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Francisco Pandia, melalui Kepala Pengamanan Rutan (KaPR) Efriyanto, mengatakan pemindahan dilakukan demi menghindari kericuhan di dalam rutan.
“Sempat hampir ricuh kemarin gara-gara banjir ini. Kami segera mengambil langkah untuk menghindari keributan. Ada 427 warga binaan yang dipindahkan ke lapas dan rutan lainnya,” ujar Efriyanto, Senin (1/12/2025).
Para warga binaan dipindahkan ke beberapa lokasi, yakni Lapas Narkotika Langkat, Rutan Binjai dan Rutan Pancur Batu. Proses pemindahan dilakukan menggunakan bus Transpas.
Efriyanto menyebut banjir turut memadamkan listrik di Rutan Tanjung Pura selama beberapa hari, sehingga memperburuk kondisi keamanan dan kenyamanan di dalam rutan.
“Tak hanya blok hunian yang kebanjiran, rutan juga gelap gulita karena listrik padam akibat banjir, sehingga suasana semakin tidak kondusif,” katanya.
Sementara itu, warga binaan perempuan dan lansia masih ditempatkan di Rutan Tanjung Pura. Mereka dipindahkan ke lantai 2 yang dinilai masih aman dan layak huni.
“Khusus tahanan wanita dan lansia, kami tempatkan di lantai 2. Alhamdulillah, blok di atas masih layak menampung mereka. Kita berharap kondisi ini bisa segera pulih,” ujar Efriyanto.


