Kemensos dan UMKM Sinkronkan Data Sumatra

Jakarta — Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyinkronkan data pemulihan korban bencana di Sumatra. Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya penggunaan satu basis data penerima bantuan. Data digunakan untuk menentukan siapa yang sudah dibantu dan siapa yang masih perlu penguatan.

“Data ini harus satu. Mana yang sudah kita bantu, mana yang masih perlu penguatan ekonomi, itu harus jelas,” ucapnya dalam rilis resmi, Rabu (14/1/2026).

Koordinasi ini dilakukan dalam Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra bidang pemulihan ekonomi. Fokusnya menyamakan data penerima dan membagi peran antar kementerian.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman memaparkan berbagai program pemulihan usaha mikro terdampak bencana. Program mencakup Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro, Kredit Usaha Rakyat, pembiayaan Permodalan Nasional Madani, dan pendampingan.

Kemensos memfokuskan bantuan pada keluarga yang terdampak secara fisik akibat bencana. Kondisi ini mencakup rumah rusak atau hilang sehingga warga tidak bisa beraktivitas.

“Kemensos berfokus pada warga yang terdampak secara fisik. Rumahnya hilang, rumahnya rusak sedang, sehingga mereka tidak bisa beraktivitas,” kata Gus Ipul.

Kemensos menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga. Bantuan diberikan tunai berdasarkan asesmen pemerintah daerah.

Bantuan ini berfungsi sebagai pegangan awal agar keluarga terdampak dapat bertahan dan mulai bangkit. Setelah itu dilakukan asesmen lanjutan untuk penguatan usaha.

“Ini bantuan rintisan. Mereka benar-benar tidak punya cash. Setelah kebutuhan dasarnya aman, baru kita lihat apakah usahanya perlu penguatan lebih lanjut,” ucap Gus Ipul.

Keluarga yang membutuhkan modal usaha lanjutan akan diarahkan ke intervensi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pendekatan ini memastikan dukungan berjalan berjenjang dan terkoordinasi.

Data awal penerima bantuan bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kepala daerah. Data ini menjadi rujukan seluruh kementerian dalam menyalurkan bantuan.

Kemensos dan Kementerian UMKM sepakat membangun skema pemulihan yang saling melengkapi. Tujuannya agar pemulihan korban bencana Sumatera berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top